UU PDP dan Data Pelanggan: yang Wajib Ada di Situs Bisnis Indonesia
Jawaban singkat
Situs bisnis di Indonesia perlu menjelaskan data apa yang dikumpulkan dan untuk apa, meminta persetujuan sebelum memasang cookie pelacak, menyediakan cara menarik persetujuan itu, dan menyimpan data seperlunya saja. Ini bukan sekadar formalitas hukum: halaman privasi yang jelas juga menurunkan keraguan calon pelanggan.
Isi tulisan
Isi tulisan
UU Perlindungan Data Pribadi mengatur bagaimana bisnis boleh mengumpulkan dan memakai data orang. Tulisan ini menjelaskan kewajiban dasarnya untuk situs bisnis biasa, tanpa bahasa hukum.
Satu catatan penting di depan: ini penjelasan praktis dari sisi orang yang membangun situs, bukan nasihat hukum. Untuk kasus yang rumit — data kesehatan, data anak, atau data yang dikirim ke luar negeri — tanyakan ke penasihat hukum.
Empat hal dasar
1. Jelaskan data apa yang dikumpulkan dan untuk apa
Ini isi halaman kebijakan privasi. Bukan salinan template, tapi daftar yang benar-benar sesuai dengan situs Anda: apa yang dikumpulkan, kenapa, berapa lama disimpan, dan siapa lagi yang bisa melihatnya.
Kalau Anda memakai alat analitik pihak ketiga, itu termasuk yang harus disebut.
2. Minta persetujuan sebelum memasang cookie pelacak
Ini yang paling sering dilewat. Cookie yang diperlukan supaya situs berfungsi — misalnya menyimpan pilihan bahasa — tidak butuh persetujuan. Cookie yang dipakai untuk mengikuti perilaku pengunjung butuh.
Bedanya bukan soal nama alatnya, tapi soal apakah alat itu bisa mengenali orang yang sama di kunjungan berikutnya.
3. Sediakan cara menarik persetujuan
Persetujuan yang tidak bisa dicabut bukan persetujuan. Harus ada tempat di situs Anda tempat orang bisa mengubah keputusannya, dan mencabutnya harus semudah memberikannya.
4. Simpan seperlunya saja
Data yang tidak Anda simpan tidak bisa bocor. Kalau formulir kontak Anda tidak butuh tanggal lahir, jangan mintakan.
Yang biasanya salah di situs bisnis kecil
Halaman privasi hasil salin-tempel. Banyak yang menyebut praktik yang tidak dilakukan situsnya, atau sebaliknya tidak menyebut alat yang benar-benar dipakai. Keduanya bermasalah, dan yang kedua lebih serius.
Banner cookie yang tidak benar-benar memblokir. Sering ditemui banner yang muncul, tapi skrip pelacaknya sudah jalan sebelum tombol ditekan. Kalau begitu, banner itu hanya hiasan.
Tidak ada cara mengubah keputusan. Sekali ditekan "terima", tidak ada jalan kembali.
Yang kami lakukan di situs ini
Terus terang, sebagai contoh: situs ini memakai Microsoft Clarity untuk melihat bagian mana yang membingungkan pengunjung. Clarity memasang cookie dan merekam gerakan kursor, jadi skripnya tidak dimuat sama sekali sebelum pengunjung menekan izinkan. Keputusan itu bisa diubah kapan saja di halaman privasi.
Pengukuran jumlah kunjungan yang biasa dilakukan di sisi jaringan tidak memakai cookie dan tidak bisa mengenali orang yang sama, jadi itu berjalan tanpa persetujuan.
Lanjut baca
Tulisan lain soal ini
Siapa yang Merawat Setelah Situs Jadi: Hosting, Backup, dan Biaya Jalan
Bagian yang paling sering dilupakan saat menyewa vendor, dan yang paling mahal kalau diabaikan.
5 September 2026 · 6 menit
Berapa Lama Membangun Sistem Custom, dan Kenapa Estimasi Datang Belakangan
Rentang waktu yang wajar untuk situs dan sistem custom, serta alasan estimasi jujur butuh pemetaan dulu.
2 September 2026 · 6 menit
Pindah dari Grup WhatsApp ke Sistem Tanpa Mengganggu Operasional
Cara memindahkan proses yang jalan di grup WhatsApp ke sistem, tanpa menghentikan pekerjaan sehari-hari.
31 Agustus 2026 · 7 menit