Lompat ke konten utama

UU PDP dan Data Pelanggan: yang Wajib Ada di Situs Bisnis Indonesia

Biwara Solution7 menit baca

Jawaban singkat

Situs bisnis di Indonesia perlu menjelaskan data apa yang dikumpulkan dan untuk apa, meminta persetujuan sebelum memasang cookie pelacak, menyediakan cara menarik persetujuan itu, dan menyimpan data seperlunya saja. Ini bukan sekadar formalitas hukum: halaman privasi yang jelas juga menurunkan keraguan calon pelanggan.

UU Perlindungan Data Pribadi mengatur bagaimana bisnis boleh mengumpulkan dan memakai data orang. Tulisan ini menjelaskan kewajiban dasarnya untuk situs bisnis biasa, tanpa bahasa hukum.

Satu catatan penting di depan: ini penjelasan praktis dari sisi orang yang membangun situs, bukan nasihat hukum. Untuk kasus yang rumit — data kesehatan, data anak, atau data yang dikirim ke luar negeri — tanyakan ke penasihat hukum.

Empat hal dasar

1. Jelaskan data apa yang dikumpulkan dan untuk apa

Ini isi halaman kebijakan privasi. Bukan salinan template, tapi daftar yang benar-benar sesuai dengan situs Anda: apa yang dikumpulkan, kenapa, berapa lama disimpan, dan siapa lagi yang bisa melihatnya.

Kalau Anda memakai alat analitik pihak ketiga, itu termasuk yang harus disebut.

Ini yang paling sering dilewat. Cookie yang diperlukan supaya situs berfungsi — misalnya menyimpan pilihan bahasa — tidak butuh persetujuan. Cookie yang dipakai untuk mengikuti perilaku pengunjung butuh.

Bedanya bukan soal nama alatnya, tapi soal apakah alat itu bisa mengenali orang yang sama di kunjungan berikutnya.

3. Sediakan cara menarik persetujuan

Persetujuan yang tidak bisa dicabut bukan persetujuan. Harus ada tempat di situs Anda tempat orang bisa mengubah keputusannya, dan mencabutnya harus semudah memberikannya.

4. Simpan seperlunya saja

Data yang tidak Anda simpan tidak bisa bocor. Kalau formulir kontak Anda tidak butuh tanggal lahir, jangan mintakan.

Yang biasanya salah di situs bisnis kecil

Halaman privasi hasil salin-tempel. Banyak yang menyebut praktik yang tidak dilakukan situsnya, atau sebaliknya tidak menyebut alat yang benar-benar dipakai. Keduanya bermasalah, dan yang kedua lebih serius.

Banner cookie yang tidak benar-benar memblokir. Sering ditemui banner yang muncul, tapi skrip pelacaknya sudah jalan sebelum tombol ditekan. Kalau begitu, banner itu hanya hiasan.

Tidak ada cara mengubah keputusan. Sekali ditekan "terima", tidak ada jalan kembali.

Yang kami lakukan di situs ini

Terus terang, sebagai contoh: situs ini memakai Microsoft Clarity untuk melihat bagian mana yang membingungkan pengunjung. Clarity memasang cookie dan merekam gerakan kursor, jadi skripnya tidak dimuat sama sekali sebelum pengunjung menekan izinkan. Keputusan itu bisa diubah kapan saja di halaman privasi.

Pengukuran jumlah kunjungan yang biasa dilakukan di sisi jaringan tidak memakai cookie dan tidak bisa mengenali orang yang sama, jadi itu berjalan tanpa persetujuan.


Bagikan


Lanjut baca

Tulisan lain soal ini


Terkait

Layanan yang berkaitan

Mulai

Ceritakan yang Anda butuhkan.

Tidak perlu menyiapkan dokumen atau spesifikasi. Ceritakan saja masalahnya pakai bahasa sehari-hari, biar kami yang menerjemahkannya jadi rencana kerja.