Lompat ke konten utama

7 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Menyewa Software House

Biwara Solution7 menit baca

Jawaban singkat

Tanyakan siapa yang benar-benar mengerjakan, apakah kode dan file desainnya jadi milik Anda, siapa yang merawat setelah selesai, bagaimana perubahan lingkup dihitung, dan apakah Anda bisa mencoba hasilnya sebelum semuanya selesai. Vendor yang jawabannya kabur di lima hal ini biasanya juga kabur saat pengerjaan.

Menyewa software house itu keputusan yang sulit dievaluasi kalau Anda bukan orang teknis. Portofolio bisa bagus semua, dan semua vendor akan bilang bisa mengerjakannya.

Tujuh pertanyaan berikut tidak butuh pengetahuan teknis untuk ditanyakan, tapi jawabannya cukup untuk membedakan vendor yang akan menyelesaikan pekerjaan dari yang tidak.

1. Siapa yang benar-benar mengerjakan?

Tanyakan apakah orang yang Anda ajak bicara sekarang adalah orang yang akan menulis kodenya. Kalau bukan, tanyakan siapa, dan apakah pekerjaannya dioper ke pihak lain.

Bukan berarti tim besar itu buruk. Yang buruk adalah kalau tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan ini dengan jelas.

2. Kode dan file desainnya jadi milik siapa?

Ini harus tertulis, bukan sekadar dijanjikan lisan. Kalau sewaktu-waktu Anda ingin pindah vendor, apakah Anda bisa membawa semuanya?

Sebagian vendor menahan akses server atau file desain sebagai jaminan. Anda berhak tahu ini sebelum menandatangani.

3. Siapa yang merawat setelah selesai?

Situs dan sistem tidak selesai saat diserahkan. Ada server yang harus dibayar, backup yang harus jalan, dan pembaruan keamanan yang harus dipasang.

Kalau jawabannya "nanti kita bicarakan lagi", artinya belum ada yang memikirkannya.

4. Bagaimana perubahan lingkup dihitung?

Lingkup pasti berubah — itu normal. Yang tidak normal adalah kalau cara menghitungnya baru dibahas setelah perubahannya terjadi.

Tanyakan di depan: kalau di tengah jalan saya minta tambahan, bagaimana hitungannya?

5. Apakah saya bisa mencoba hasilnya sebelum semuanya selesai?

Vendor yang mengerjakan bertahap akan bilang ya. Vendor yang menghilang tiga bulan lalu muncul dengan hasil jadi adalah risiko besar: kalau arahnya salah, Anda baru tahu di akhir, saat memperbaikinya sudah mahal.

6. Apa yang terjadi kalau sistemnya mati jam dua pagi?

Jawabannya boleh apa saja — termasuk "kami baru tangani jam kerja". Yang penting Anda tahu, bukan berasumsi.

7. Boleh bicara dengan klien sebelumnya?

Vendor yang pekerjaannya beres biasanya tidak keberatan. Kalau semua kliennya "tidak bisa disebut karena NDA", itu mungkin benar, tapi patut ditanyakan lebih lanjut.

Satu tanda bahaya yang sering terlewat

Vendor yang langsung memberi harga pasti sebelum tahu proses kerja Anda. Kedengarannya meyakinkan, tapi artinya salah satu dari dua hal: mereka menebak, atau mereka sudah menyiapkan template yang akan Anda sesuaikan — bukan sistem yang menyesuaikan Anda.

Harga yang jujur datang setelah pemetaan, bukan sebelumnya.


Bagikan


Lanjut baca

Tulisan lain soal ini


Terkait

Layanan yang berkaitan

Mulai

Ceritakan yang Anda butuhkan.

Tidak perlu menyiapkan dokumen atau spesifikasi. Ceritakan saja masalahnya pakai bahasa sehari-hari, biar kami yang menerjemahkannya jadi rencana kerja.